| Muktamar Rifaiyah VII di Kendal Jawa Tengah , 23-25 Mei 2008 |
|
|
|
| Ditulis Oleh e_dhiem@z | |
| Saturday, 31 May 2008 | |
|
Muktamar VII Rifa'iyah yang berlokasi di Kendal Jawa Tengah, 23-25 Mei 2008 alhamdulillah terlaksana dengan baik. Menurut informasi yang diperoleh dari panitia bahwa Muktamar kali ini akan menghadirkan RI 1, Susilo Bambang Yudhoyono, namun karena ada beberapa hal Presiden RI tidak bisa menghadiri dan membuka acara muktamar tersebut.
Acara ceremonial, Sabtu, 24 Mei 2008 yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Kendal dihadiri sekitar +- 1000 orang. Adapun pembukaan yang semestinya dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah juga akhirnya di wakilkan oleh staf Gubernur. Namun demikian, geliat muktamirin tak surut walau "Gong" untuk pembukaan ditabuh oleh perwakilan dari gubernur. Setelah bunyi Gong menggema di pendopo Kabupaten Kendal, acara dilanjutkan dengan laporan dari ketua panitia pelaksana yang kemudian berlanjut pada laporan pimpinan pusat Rifa'iyah yang disampaikan oleh H. Ali Nahri (selaku Pimpinan Pusat Rifaiyah Sementara, karena KH. Syadirin Amin --PP Rifaiyah 2002-2007-- sudah demisioner sejak Desember 2007). Pada kesempatan hari itu, hadir pula perwakilan dari Departemen Dalam Negeri ( Depdagri) yang memberikan ceramah ilmiah pada muktamirin mengenai kondisi bangsa Indonesia, sosial, agama, politik, budaya dan lain sebagainya. Kebetulan pembukaan Muktamar Rifa'iyah ke VII pada hari Sabtu, 24 Mei 2008 bertepatan dengan keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Tak mau ketinggalan kesempatan 'emas' dalam ceramah ilmiah tersebut, sebagian warga Rifa'iyah mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi bangsa Indonesia serta alasan kenaikan harga BBM. Malam harinya, peserta muktamar mengikuti sidang Komisi, yang terdiri dari komisi A membahas AD/ART, Komisi B membahas Laporan Pertanggungjawaban dan Rekomendasi, Komisi C merancang program kerja dan Komisi D membahas persoalan hukum agama Islam ( Bahtsul Matsail).. Dalam pembahasan sidang komisi tersebut, terlihat ghirah peserta muktamar yang mulai mengkritisi kebijakan pada masing-masing komisi. Pantauan penulis, bahwa warga Rifa'iyah sudah beranjak mapan untuk berorganisasi walau belum bisa disamakan dengan ORMAS Islam lainnya yang ada di Indonesia. Keesokan harinya, Minggu 25 Mei, acara sidang Pleno yang melaporkan hasil beberapa kesepakatan pada sidang komisi tadi malam. Namun demikian, pada sidang pleno itupun masih banyak kebijakan yang perlu pembenahan sehingga terjalin kesepakatan bersama. Berakhirnya sidang pleno, dilanjutkan dengan pemilihan Pimpinan Pusat Rifa'iyah periode 2008-2013. Muncul nama-nama bakal calon PP Rifaiyah, diantaranya KH. Jasroni dari Wonosobo, KH, Drs Mukhlisin Muzarie, M. Ag dari Cirebon, H. Ali Nahri dari Batang. Namun sebelum dilaksanakan pemilihan langsung, KH. Jasroni mengundurkan diri dari bursa calon PP Rifaiyah. Dan di akhir pengujung penghitungan suara, KH. Mukhlisin Muzari memperoleh 327 suara sedangkan H. Ali Nahri mendapatkan 115 suara. Muktamar VII Rifa'iyah yang berlangsung di Kendal Jawa Tengah menghasilkan beberapa kesepakatan dan Pimpinan Pusat Rifa'iyah periode 2008-2013 : KH. Mukhlisin Muzari sedangkan Dewan Syuro : KH. Syadzirin Amin . Sumber: Khamdi Sholeh. X Pucang Batang |


